Matinya seorang penyaksi bukan matinya kesaksian, tercatat di relung jiwa menjadi bara membara. Duka cinta terdalam !!
Matinya seorang wartawan bukan matinya kebenaran, tercatat dengan kata sakti menjadi benih yang murni. Duka cinta terdalam !!
Hari ini kisahmu abadi, berbalinglah kawan berbalinglah dengan tenang.


Senin, 05 Mei 2014

Hiburan Menjadi Boomerang Generasi Muda !!!!!

Hiburan menjadi hal yang penting bagi kita semua, namun kita bisa terjerumus dalam hiburan kita, apalagi jika orang tua kita tidak bisa mendidik karakter anaknya sejak usia dini ataupun remaja. Beberapa kegiatan banyak yang merusak moral generasi bangsa ini karena tidak bisa mengatur waktu dan mereka sudah terhipnotis kegiatan yang sedang dilakukan, ya seperti game, internet hingga nonton televisi. Sebagian besar nonton acara TV hingga tengah malam yang mayoritas dilakukan generasi bangsa ini tanpa kenal waktu. Parahnya lagi di stasiun manapun bisa menghibur kita namun nyatanya hanya 30% acara TV yang bisa mendidik generasi kita. Baru-baru ini ada beberapa acara TV yang menghibur kita setiap hari, namun mengapa acara itu hingga jam tidur kita dan banyak pelajar bahkan anak kecil yang seakan terhipnotis acara itu ?? Perbandingan hal negatif lebih besar karena masih ada artis perempuan yang seakan-akan menjual auratnya lewat indera penglihatan. Ya kita semua tau sekarang ini semakin gencar acara joget yang dulu sebagai hiburan namun sekarang menjadi kebiasaan bahkan kewajiban. Pertanyaannya, apakah hal itu berdampak negatif pada generasi bangsa ini ???
Entah mengapa masih ada anak kecil yang hadir di acara itu hingga tengah malam padahal besoknya dia harus sekolah. Seakan pendidikan anak tiri yang kesepian, dia rela menonton acara itu tanpa panduan dari orang tuannya juga. Dia lebih memilih berjoget dan menontong asiknya aurat nona-nona (dalam islam perempuan hanya boleh memperlihatkan muka dan telapak tangan). Para artis hanya bisa memasukkan dia ke dalam TV ketika disuruh maju kemudian dikasih uang cepe ceng yang umumnya hanya ingin membuat dia senang sesaat dan membuat penonton yang lain di studio dan di rumah iri sehingga ingin datang ke acara itu atau nonton terus acara itu. Entah mengapa mereka para penonton yang membawa anaknya justru senang karena bertemu artis yang disenangi, masuk TV atau mendapat uang,, hm entahlah ?? Seharusnya orang tua mendidik anaknya secara moral maupun akhlak, karena hasil dari didikan orang tua bisa dinikmati lusa nanti saat anaknya sudah bekerja karena mendapat uang terus menerus bukan hanya acara di TV yang hanya mendapat uang sehari terus habis !! Seharusnya para artis memberika efek positif kepada generasi ini mungkin dengan menyuruh mereka belajar bukan hanya nonton TV dan menutup auratnya bagi yang puteri serta untuk acara TV seharusnya menuliskan acara tersebut untuk dewasa karena waktu yang ditayangkan hingga malam hari terus bagi artis perempuan mayoritas menjual auratnya terutama pahanya yang membuat anak-anak bernafsu. Yaaa entahlah dari berbagai pihak hal yang mereka lakukan itu benar. Okelah saya disini hanya bisa komentar namun saya berkomentar sesuai agama saya dan ideologi bangsa ini.
Negeri kita lapar, lapar kebenaran. Suara hati kita pergi dan hanya kembali saat negeri ini dilanda bencana. Heey orang kaya dan artis apakah kau dengar orang miskin menangis? Sebab hidupnya dipacu nafsu. Apakah kalian merasakan sakitnya orang yang tertindas? Mengapa kalian seakan melakukan pembantaian secara halus demi kekuasaan yang secuil? Generasi bangsa ini banyak yang frustasi ? "Saya gemes liat orang jaman sekarang, ada kesan kok seperti ga tau malu. Saya ada kerinduan orang jaman dulu, yang besar sejajar dengan Hitler yang tenar".
Kemiskinan rakyat merajalela, para orang kaya makin rakus,pendidikan dan kesehatan diperjualbelikan. Meraka sibuk menuhankan uang, ada rakyat yang lapar makan daun dan arang, televisi sibuk mencari iklan, rakyat menatap dengan mata kosong. Negeri ini memang kaya, kaya penguasa yang miskin hatinya, kaya marahnya Indonesia Raya. Sampai kapan kutukan negeri ini terjadi??Dimana INDONESIA? Apakah ditelan tsunami? 
*Ingat pesan Bang Iwan Fals:"Kita harus berani merubah cara pandang kita, sudah tidak bisa lagi kita memaklumi keserakahan yang mencongkol di hati kita. Hati kita adalah sarang setan yang sesungguhnya, tempat segala macam kejahatan. Revolusi harus terjadi, musuh kita adalah diri kita sendiri, perang ini perang abadi, tidak akan berhenti sampai kita mati. Selamat berjuang kawan !!! BONGKARRR !!!"
 *Ingat pesan Bung Karno:"Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri".